Posts tagged ‘film perjuangan indonesia’

8 Desember 2012

Bioskop online – KOMANDO SAMBER NYAWA

oleh Ucup budug

Full movies | Film indonesia | Action | Patriotisme Durasi 1:17:28 Sinopsis : Rilis : 1985 Pemeran : Wieke Widowati, Advent Bangun, Dicky Zulkarnaen, Harry Capri, Didier A Hamel, Johan Saimima, Barry Prima, Kaharudin Syah, Yenny Farida. Peleton Serma Hasyim dari Kompi Letnan Widodo adalah pasukan yang terdiri dari orang-orang pemberani.

13 Mei 2012

Full movies – MERAH PUTIH

oleh Ucup budug

Watch online | Film indonesia | Action | Drama | HD video

Durasi 1:46:36

image

Sutradara: Yadi Sugandi
Produser : Hashim Djojohadikusumo, Rob Allyn, Jeremy Stewart
Skenario : Rob Allyn, Conor Allyn
Produksi : PT Media Desa Indonesia, Margate House Ltd.
Pemain : Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, T. Rifnu Wikana, Zumi Zola, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin

Sinopsis

Film ini mengambil setting masa Agresi Militer I Belanda pada tahun 1947 di Jawa Tengah, di mana empat orang tokoh utama cerita dari berbagai kelas social, suku, agama, kepribadian dan motivasi yang berbeda bergabung dengan pasukan militer untuk mempertahankan kemerdekaan. Cerita dimulai di hutan di Sulawesi Utara, ketika Tomas (Donny Alamsyah), seorang anak petani yang beragama Kristen dan emosional, menyaksikan keluarganya dibunuh dan rumahnya dibumihanguskan oleh tentara Belanda. Motivasi untuk membalas dendam membawa Tomas ke Jawa untuk mendaftarkan diri ke sekolah tentara rakyat. Selain Tomas, banyak pemuda yang turut mendaftar di sekolah tentara rakyat dengan berbagai motivasi. Diantaranya adalah Amir (Lukman Sardi), guru sekolah Islam dari Jawa yang berperilaku halus, Dayan (T. Rifnu Wikana), seorang Hindu Bali yang tangkas bermain pisau, Marius (Darius Sinathrya), seorang priyayi yang masuk tentara sebagai bentuk pembangkangan terhadap ayahnya. Berbagai perbedaan latar belakang, suku, status social dan agama di antara mereka menimbulkan pergesekan dan perselisihan. Pada saat mereka tengah merayakan kelulusan setelah menyelesaikan masa pendidikan, tentara Belanda menyerang kamp para tentara dan dalam pertempuran itu seluruh pasukan tentara rakyat tewas terbunuh, menyisakan empat orang tokoh utama cerita ini. Dalam perjalanan mereka melarikan diri dari kejaran tentara Belanda, mereka melalui sebuah desa. Usaha untuk memperingatkan penduduk desa sia-sia, dan keesokan harinya mereka melihat desa itu sudah dibumihanguskan oleh tentara Belanda dan seluruh penduduk desa habis dibantai, kecuali seorang bapak dan anak-anak lelakinya yang pada saat pembantaian tengah pergi ke sawah. Dengan bantuan penduduk desa yang selamat dari pembantaian, keempat sekawan berhasil menghadang konvoi suplai bahan bakar tentara Belanda.

3 Mei 2012

Bioskop online – CUT NYAK DIEN

oleh Ucup budug

Watch online | Full movies | Film Jadul | Kisah nyata | Sejarah | Film indonesia | Perjuangan | Action

Durasi 2:07:30

Sinopsis

Tjoet Nja’ Dhien (Cut nyak dien) adalah film drama epos biografi sejarah Indonesia tahun 1988 yang disutradarai oleh Eros Djarot. Film ini memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia 1988. Film ini dibintangi Christine Hakim sebagai Tjoet Nja’ Dhien, Piet Burnama sebagai Panglima Laot, Slamet Rahardjo (kakak Eros Djarot) sebagai Teuku Umar, dan juga didukung Rudy Wowor. Film ini sempat diajukan Indonesia kepada Academy Awards ke-62 tahun 1990 untuk penghargaan Film Berbahasa Asing Terbaik, tetapi tidak lolos dalam pencalonan nominasi. [1] Walaupun begitu, film ini menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (tahun 1989).

Film ini menceritakan tentang perjuangan gigih seorang wanita asal Aceh (lihat Tjoet Nja’ Dhien ) dan teman-teman seperjuangannya melawan tentara Kerajaan Belanda yang menduduki Aceh di kala masa penjajahan Belanda di zaman Hindia Belanda. Perang antara rakyat Aceh dan tentara Kerajaan Belanda ini menjadi perang terpanjang dalam sejarah kolonial Hindia Belanda. Film ini tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja’ Dhien sebagai seorang pemimpin, namun juga yang dialami oleh pihak tentara Kerajaan Belanda kala itu, dan bagaimana Tjoet Nja’ Dhien yang terlalu bersikeras pada pendiriannya untuk berperang, akhirnya dikhianati oleh salah satu orang kepercayaannya dan teman setianya, Pang Laot yang merasa iba pada kondisi kesehatan Tjoet Nja’ Dhien yang menderita rabun dan encok, ditambah penderitaan berkepanjangan yang dialami para pejuang Aceh dan keluarga mereka.

Selamat menyaksikan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 761 pengikut lainnya.