HIDUPKU SEPERTI MENUNGGU MATI

oleh Ucup budug

Menangis itu bukan bagianku, tapi kadang aku menginginkan dia datang biar sakit ini bisa sedikit ditepiskannya. tapi air mata telah angkuh untuk mengisi ruang kosong di katub mata ini yang belingsatan. apa karena sumpah yang pernah kulontarkan untuk tak akan pernah menangis lagi, hingga sekarang air mata pada tangis enggan menyapa lara yang merasukku pada malam.

Dan sekarang lelah letihku meraung tanpa basah, aku butuh air itu sekarang; biar tiada yang tertahan lagi. bukankah langit berpendar jingga masih ada hujan meski kadang aku bosan untuk menjadi gerimis diluar. pada pagi dan senjaku yang menjelang malam aku kian ditelanjangi pada bias perih yang merintih. meringkik sakit dan laskar jangkrik yang berderik tiada menghalau sepi yang menopang jiwa rintih ini.

Bila kau temukan tangis disana tolong berikan beberapa titik untukku biar aku bisa merasakan walau hanya sedikit. aku terlalu perasa tapi air mata tiada menemaniku lagi, mohon ajari aku lagi hingga kurasakan klimaksnya.

Ke tidak berdayaan ini buatku jadi lunglai, berkali-kali aku terdera tanpa darah tapi sang tangis makin menjauh seolah dendam tangis akan terus terbalaskan.

Terkadang aku iri melihat tangis pada mereka aku juga ingin memilikinya, tapi siapa yang mau memberi yang ada hanya luka yang ditorehkan terus menerus tanpa jeda dan tiadalah reda. apakah aku telah terbiasa tanpa air mata dan terbiasa menyapu air mata mereka yang bersandar pada dada ini. aku ingin tahu rasanya tangis itu.

Jikapun tak mampu untuk dibagi paling tidak ceritakan saja rasanya, biarkan kucoba menghayati rasa itu. jangan hanya luka yang tertoreh aku tak sanggup bila terus begini.

MATILAH AKU.. MATILAH AKU.. MATILAH AKU, KARENA AKU TAK MEMILIKI AIR MATA. AKU TELAH SIAP UNTUK MENELAN RACUN

About these ads
Tag: ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 783 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: